Penggunaan Termometer tembak diarahkan ke kepala, amankah?

Di masa pandemi seperti saat ini, sudah tidak asing bagi kita untuk melakukan pengecekan suhu badan saat pergi ke tempat umum seperti mall, tempat hiburan dan perkantoran. Misalnya saat kita hendak masuk ke suatu tempat umum, petugas menyambut kita lalu mengarahkan termometer tembak ke arah dahi kita untuk mengecek suhu badan kita. Tetapi pada tempat-tempat tertentu, penggunaan termometer tembak tersebut diarahkan ke tangan dan bukan di dahi. Menurut beberapa sumber, penggunaan termometer tembak yang tepat bukan di tangan, melainkan di dahi, telinga, dan ketiak.

Apabila kita menggunakan termometer tembak di tangan, maka kemungkinan suhu yang terdeteksi bukan suhu badan asli kita. Hal ini membuat pengukuran suhu badan bisa menampilkan suhu badan yang rendah seperti 33-34 derajat Celcius di lingkungan terbuka dan dingin, sedangkan suhu normal manusia di sekitar 36-37 derajat Celcius. Menurut cara penggunaannya, beberapa sumber menyatakan penggunaan termometer tembak sebaiknya di lingkungan yang tertutup.

Termometer tembak memanfaatkan cahaya inframerah untuk mendeteksi suhu badan seseorang. Oleh sebab itu penggunaannya tidak berbahaya bagi kesehatan kita. Termometer tembak ini adalah thermometer inframerah dan bukan termometer laser yang sudah lolos uji kesehatan sehingga aman digunakan. Termometer inframerah terbukti tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X, sehingga tidak mempengaruhi sistem saraf juga tidak merusak retina.

Sebagai kesimpulan, termometer tembak untuk skrining suhu tubuh manusia bekerja dengan cara menerima pancaran inframerah dari objek, bukan dengan memancarkan radiasi apalagi laser. Oleh sebab itu kita tidak perlu khawatir menggunakan termometer tembak di dahi atau di telinga. Termometer tembak ini dapat umum digunakan di area dahi dan telinga.

REACH OUT OUR SOCIAL MEDIA

Rate Artikel Ini
[Total: 2   Average: 5/5]